Sedang menunggu proses...
Silahkan tunggu...

Tiga Tahun lagi Bali Jadi Pulau Organik


Tiga Tahun lagi Bali Jadi Pulau Organik
Gubernur Bali Made Mangku Pastika optimistis dalam dua sampai tiga tahun ke depan Bali akan menjadi Pulau Organik. 

Oleh karena itu, dalam kurun waktu itu Pulau Dewata itu siap memberikan pelayanan lengkap dalam menjamu wisatawan internasional dengan aneka makanan dan produk organik asli Bali. 

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Mangku Pastika saat mendapat kesempatan khusus untuk menyampaikan presentasi mengenai program Bali Clean and Green dalam Forum Pertemuan Meja Bundar Para Menteri Lingkungan se-Dunia yang diselenggarakan United Nations Environment Programme (UNEP) PBB di Hibiscus Room Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Kamis (25/2). 

Pertemuan tersebut diikuti para menteri lingkungan hidup dari 38 negara, antara lain Austria, Azerbaijan, Banglades, Belgia, Belisa, Bulgaria, Cape Verde, Kolombia, Kosta Rika, Kroasia, Korea Selatan, Estonia, Fiji, Grenada, Guyana, Italia, Jepang, Malaysia, Lesoto, Amerika Serikat dan Zimbabwe. Guberur mendapat undangan khusus dalam forum tersebut dan bukan sebagai delegasi. 

Dalam forum yang sangat berharga tersebut, Gubernur menyatakan sangat optimistis Bali akan mampu mewujudkan menjadi pelopor dalam perekonomian hijau. Alasan pertama, optimisime itu adalah Bali merupakan pulau yang kecil. 

Kedua, jumlah penduduknya relatif tidak banyak dan mayoritas Hindu yang telah memiliki nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang sejak berabad-abad menjunjung tinggi keseimbangan hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan atau yang dikenal dengan filosofi Tri Hita Karana. Oleh karena itu, ujarnya, tidak susah bagi Bali menuju perekonomian hijau itu. 

Pada kesempatan itu juga Gubernur Pastika memperkenalkan konsep Hari Nyepi di Bali kepada seluruh delegasi. Pada saat Nyepi, seluruh masyarakat Bali tidak ada yang bepergian. Semuanya tinggal di rumah, melakukan introspeksi diri dengan membatasi kegiatan sehari-hari untuk memberi kesempatan kepada alam beristirahat dan itu berlangsung selama satu hari. Tahun ini, hari Nyepi jatuh pada 26 Maret.

Sumber www.mediaindonesia.com


Tourism Agents